ThrowBack Part 2



Kekurangan yang saya miliki sekarang mempunyai nama yaitu Neurofibrom, Nama yang jarang di dengar orang, nama yang menakutkan bagi yang mempunyai kekurangan ini, rasa sedih sering datang saat saya mengetahui tentang kekurangan ini, Ditambah lagi Neurofibrom adalah penyakit genetik yang tidak ada obatnya, saya sering bertanya untuk apa saya dilahirkan dengan neurofibrom?, pertanyaan itu selalu saya ingat dan tidak pernah lupakan sampai sekarang, neurofibrom sudah lama tinggal dalam saya sejak saya lahir, akan tetapi lama kelamaan neurofibrom menjadi semakin menjadi banyak, hal ini merubah penampilan saya dengan drastis, munculnya pigmen coklat yang membuat saya terlihat berbeda, sering seseorang bertanya kepada saya “Kenapa kulit kamu??”, saya hanya menjawab dengan konsisten “Bawaan dari lahir”

Ada pepatah mengatakan “ Hasil dari usaha dan doa akan membuahkan hasil yang baik”, tapi mungkin tidak dengan neurofibrom satu ini, obat satu-satunya adalah operasi, terkadang habis operasipun, neurofibrom itu akan muncul di tempat yang berbeda. Hal ini membuat seseroang neurofibrom menjadi putus asa.


Neurofibrom sulit untuk dikalahkan, hanya sabar dan bersyukur saja yang bisa di dapatkan dari semua ini, terkadang saya merasa untuk apa bersyukur dengan apa yang saya miliki dengan neurofibrom ini. Saya ga mengerti dengan hal-hal ini. Sedangkan neurofbrom ini akan terus tumbuh tiap tahunnya.

Tiap harinya saya harus melawan rasa sedih dan tekanan batin akan neurofibrom ini, setiap hari saya meneteskan air mata, tidak ada lagi yang saya bisa lakukan sampai saat ini, kecuali saya berdoa, terkadang doa yang saya ucapkan menjadi sebuah penawar rasa sedih yang saya alami selama ini. Saya sering merasa hal yang sanat sedih tetapi disana ada seorang yang membuat saya kembali semangat kembali yaitu orang tua saya.

Mereka selalu menghibur saya terus menerus, hal ini membuat saya sedikit bersemangat untuk menjalani sebuah kehidupan yang saya miliki pada saat ini, orang tua saya selalu meberi saya semangat untuk menjalani sebuah kehidupan dengan seharusnya, terasa beban yang ada di dlam pundak sudah mulai terasa hilang dengan sendirinya. Tapi ini hanya sementara terkadang rasa sedih dan putus asa sering muncul dengan sendirinya dan terkadang saya binggung untuk melakukan apa yang baik, pikiran menjadi gelap dan rasanya dunia ini tidak adil untuk saya, yang dilahirkan dari orang tua tanpa neurofibrom dan hanya saya yang mengalami hal tersebut.

Seorang manusia yang penuh dengan kekurangan yang sedang mencari sebuah keajaiban

Previous
Next Post »
0 Komentar

Jangan Lupa Komentar